7 Adab Islami Saat Menikmati Kuliner yang Jarang Diketahui
Makan bukan sekadar aktivitas biologis untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Dalam Islam, makan adalah ibadah — dan seperti ibadah lainnya, ada tata cara yang telah diatur dengan sangat rinci oleh Rasulullah ﷺ. Adab makan dalam Islam bukan hanya soal membaca bismillah lalu menyantap makanan, melainkan mencakup sikap, posisi tubuh, hingga cara kita memperlakukan sisa makanan.
Banyak orang yang sudah mengenal adab makan secara umum, tapi tidak sedikit yang melewatkan detail-detail kecil yang justru bernilai besar di sisi Allah. Padahal, adab-adab ini bukan sekadar aturan kuno — di baliknya tersimpan hikmah kesehatan dan spiritual yang relevan hingga 2026 ini.
Nah, tujuh adab berikut ini justru yang paling sering terlewat, bahkan oleh mereka yang merasa sudah cukup paham soal etika makan Islami.
Adab Islami Saat Makan yang Sering Terlupakan
1. Makan dengan Tiga Jari Tangan Kanan
Rasulullah ﷺ menggunakan tiga jari saat makan, bukan lima. Ini bukan sekadar kebiasaan, tapi cara makan yang mendorong kita makan lebih lambat dan tidak berlebihan. Makan dengan tiga jari secara tidak langsung mengontrol porsi yang masuk ke mulut. Sunah ini hampir punah di tengah budaya makan dengan sendok atau garpu.
2. Tidak Meniup Makanan atau Minuman Panas
Hadis riwayat Ibnu Majah menyebutkan larangan meniup makanan dan minuman. Secara ilmiah, meniup minuman panas dapat menambahkan karbondioksida dari napas ke dalam cairan, mengubah sifat kimianya. Jadi adab ini selaras dengan ilmu pengetahuan modern. Cukup biarkan makanan mendingin sendiri, bukan ditiup.
Etika Makan dalam Islam: Dari Niat hingga Selesai
3. Membaca Bismillah di Awal, Bukan Hanya Formalitas
Membaca bismillah sebelum makan adalah kewajiban moral yang memiliki makna mendalam. Jika lupa di awal, Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk membaca “Bismillahi awwalahu wa akhirahu” saat teringat di tengah makan. Ini menunjukkan bahwa niat dan kesadaran spiritual dalam makan tidak boleh terputus hanya karena kelupaan kecil.
4. Makan dari Sisi Piring yang Terdekat
Ini adab yang hampir tidak pernah diajarkan secara eksplisit. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa keberkahan makanan turun di tengah hidangan, bukan di pinggirnya. Maka adab Islami menganjurkan kita mulai makan dari bagian paling dekat dengan kita, bukan mengacak-acak seluruh piring atau mengambil bagian tengah terlebih dahulu. Sederhana, tapi bermakna.
5. Tidak Mencela Makanan
Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika suka, beliau memakannya. Jika tidak suka, beliau meninggalkannya dengan diam. Mencela makanan adalah bentuk kufur nikmat yang sering tidak kita sadari — apalagi di era media sosial, di mana mengkritik rasa makanan sudah menjadi konten hiburan.
Adab Setelah Makan dan Menjaga Keberkahan Rezeki
6. Menjilat Jari dan Tidak Membuang Sisa Makanan
Setelah selesai makan, Rasulullah ﷺ menganjurkan menjilat jari-jari tangan sebelum dilap atau dicuci. Alasannya: kita tidak tahu di bagian makanan mana keberkahan Allah tersimpan. Lebih jauh, membuang makanan tanpa alasan merupakan bentuk pemborosan yang dilarang Islam. Menyisakan nasi dalam jumlah besar di piring, misalnya, adalah kebiasaan yang bertentangan dengan adab ini.
7. Membaca Doa Setelah Makan
Banyak yang hafal doa sebelum makan, tapi melupakan doa setelahnya. Doa setelah makan berbunyi “Alhamdulillahilladzi ath’amana wa saqana wa ja’alana minal muslimin” — mengandung rasa syukur yang lengkap. Membaca doa ini menutup seluruh aktivitas makan dengan penuh adab dan kesadaran spiritual.
Kesimpulan
Adab Islami saat menikmati kuliner jauh lebih dalam dari sekadar doa pembuka dan penutup. Setiap detail — dari cara memegang makanan, posisi duduk, hingga bagaimana kita merespons makanan yang tidak sesuai selera — semuanya adalah cerminan dari seberapa sadar kita menjalani hidup sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Menariknya, semakin banyak kajian ilmiah modern yang membuktikan hikmah di balik adab-adab ini secara logis dan medis. Maka mengamalkan adab makan dalam Islam bukan hanya soal ketaatan spiritual, tapi juga investasi kesehatan dan karakter jangka panjang yang layak untuk dibiasakan mulai dari meja makan kita hari ini.
FAQ
Apa saja adab makan dalam Islam yang wajib diketahui?
Adab makan dalam Islam mencakup membaca bismillah sebelum makan, makan menggunakan tangan kanan, tidak mencela makanan, makan dari sisi piring terdekat, dan membaca doa setelah makan. Adab-adab ini bersumber dari hadis sahih dan sunnah Rasulullah ﷺ yang telah terdokumentasi dengan baik.
Mengapa Islam melarang meniup makanan atau minuman panas?
Larangan meniup makanan dan minuman tercantum dalam hadis Ibnu Majah. Secara ilmiah, napas manusia mengandung karbondioksida yang dapat bereaksi dengan cairan panas dan mengubah komposisinya. Islam mengajarkan cukup menunggu hingga makanan atau minuman mendingin secara alami.
Apakah mencela makanan termasuk dosa dalam Islam?
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Aisyah r.a., Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan sekalipun. Mencela makanan dianggap sebagai bentuk kufur nikmat karena menolak atau meremehkan rezeki yang telah Allah berikan. Kebiasaan ini perlu dihindari, baik secara langsung maupun dalam bentuk konten di media sosial.
